sp bukan ya??
Thursday, September 17, 2009 pobia - seputar ceritamenurutku mereka ne ada kecendurangan SP, silakan diamati. bagaimana komentar anda??
anxiety yang menular
Thursday, June 11, 2009 pobia - seputar ceritaada hal yang membuatku benci banget sama fobia sosial, yang dulu kadang membuatku semakin desperate dan frustated, anxiety yang menular. ketika ketakutan dan kecemasanku muncul, manifestasi yang jelas terlihat dari gambaran corak muka ku yang suram, tegang, mengerikan like a monster, mungkin ini yang sering disebut facial blushing. orang yang melihatku akan ikut ikutan punya facial blushing. contoh konkret di kelas ketika kuliah. susana kelas yang begitu rupa tidak membuatku nyaman yang menimbulkan facial blushing, semakin tidak nyaman ketika dosen yang ngajar, ketika melihatku akan ikut ikutan facial blusing, asem!!! dan mahasiswa lain yang melihat dosen, akan ikut ikutan facial blushing, semakin asem!!!
semester awal, kadang kadang, andalanku adalah alkohol. teguk dulu vodka sebelum kuliah, buset...! atau guyur kepala dan leher dengan air dingin sebelum masuk kelas, biar agak relaks. kalau sekarang ya alprazolam.
bagaimana dengan anda??
i'm not alone, you are not alone
Sunday, May 3, 2009 pobia - seputar ceritaumur 24 tahun ku baru tahu apa sebenarnya yang sebenarnya menimpaku. bertahun tahun aku menderita tapi ngga ngerti kalo aku punya fobia sosial, ku cuman tahu kalo aku nggak normal, alias ada yang salah dalam kejiwaanku. setelah depresi bertahun tahun aku ke psikiater dan dikasih tahu dokter nya kalo aku fobia sosial, ya ampun... ku mulai search internet cari info dan cari teman.
teman pertama yang ku kenal lewat internet niez, ketemunya di socialphobiawolrld. ku email dia, dapat balasan beserta nomor telpon. aku seneng banget waktu itu, ternyata bukan hanya aku. sejauh itu yang ku dapat bukan orang indonesia. ku ngebet banget buat ketemu niez, pengen ngerti bagaimana orang lain yang kena fobia sosial, mungkin aku bisa bercermin dari dia. ku paksa dia, akhirnya dia mau, maen dech ke semarang.
lama kelamaan tambah teman dan seneng banget ada yang satu kota.
so, yang ingin kukatakan adalah, i'm not alone, you are not alone. suatu saat, semoga, ada salah satu dari kita yang bukan lagi social phobia yang diceritakan, tapi socialphilia.
AM's story
pobia - seputar ceritasad girl said:
haloooooo
perkenalkan aku AM.
aku baru aja nge post sebuah thread di socialphobiaworld.com
ini link nya : http://www.socialphobiaworld.com/please-read-my-story-i-need-a-change-help-me-guys-18532/
baca dan kasih reply yaa
i need ur support guys.
btw.. ada yang berumur 19 taun ga?
aku sedih
di umur ku yang harusnya bisa bersenang2 dgn temen
(hang out ke mall, ke pesta2)
aku malah sendiri terus
aku ini aneh bgt..
social phobia bener2 penyakit yang jahat.
tapi kita harus terus sabar
dan merubah diri !
karena Allah ga akan merubah keadaan kita, sebelum kita merubah keadaan mereka sendiri.
dan ini story yang di sosialphobiaworld:
i just met an old friend. she's quite close to me in high school.... last time we met was about a month ago at her birthday party. she's not my best friend (i never had one, maybe they scared and tired of me), but we're close... and this morning i happened to met her at the hospital.... i was panic when i saw her, my hands were shaking nervously, my heart's beating soo fast, my mind goes blank, my eyes twitching & weak & tired. i hide all of them of course... but my facial expression can't lie. I WAS LOOKING SO NERVOUS at the time. i didnt know wat to do, or wat to say. i cant be focused on what im doing. i can't even THINK........... ;_________(
it's always been like that. always
i experience this kind of situation almost everyday......
i'm worried no one would ever be friend with me
i was looking very PAINFUL everytime i speak to them........
and it seems like i will never get a boyfriend
cos they're too scared of me....
i can't stand this anymore
when will this ever stop...
i'm so sad.
how will my future be?
can i get married one day
and have children
and be calm, relax, happy just like other people...???
i feel so STUPIDDD & pathetic........
and hopeless........
-AM
;-(
friend's comment
Wednesday, April 22, 2009 pobia - seputar ceritacomment ku taroh didepan yach, sapa tahu da temen lain yang bisa kasih info
hi,salam kenal
aku juga SP ,mlh dr kecil aku udh SP,dibiarin makin lama mkn parah SPnya,
sampai2 rasanya skrg aku udh ga pernah bs santai en rileks lg,bhkan dgn kluarga dan tmn dktku juga.Pdhl dulu ga separah ini.
Gmn apa stlh ke psikiater keadaan kalian membaik?
Aku rencana mau ke psikiater tp krn malu jd gagal terus,aku malu kl sampai ada yg liat aku ke psikiater
Ada yg tahu di bandung psikiater mn yg recommend ?
Beberapa Curhat dari sesama poby
Sunday, October 19, 2008 pobia - seputar cerita- Saya seorang guru yang semakin hari saya semakin lelah dengan fobia sosial saya, saya sudah sering mengajar tetap saja ketika menerangkan tangan saya berkeringat, setiap kali berbicara saya membutuhkan energi yang luar biasa, dada saya sesak, dan kadang saya lupa dengan apa yang baru saja saya bicarakan (karena saya gugup tetapi tetap berusaha melawannya), maka setiap selesai mengajar saya lelah sekali, dalam bersosialisasi saya lebih banyak diam, dan sangat takut sekali jika saya diharuskan untuk berbicara dimuka umum, tadinya saya berfikir jika saya sering mengajar maka saya bisa tampil dimuka umum, nyatanya hal ini tidak terjadi bahkan sekarang kecemasan saya bertambah. Jika diundang kedalam rapat atau tempat keramaian saya sangat tidak nyaman. Dulu waktu sekolah jika pelajaran yang mengharuskan saya tampil saya tidak masuk (saya selalu menghindar). Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi ini karena saya tahu hal ini benar - benar merusak hidup saya dan saya tidak ingin anak saya melihat saya sebagai ibu yang lemah?
- Saya ingin berubah ! Saya ingin berani tampil / berbicara di depan orang banyak tanpa gemetar. Sering saya tegaskan hal tsb pada diri saya. Tapi tetap saja saya selalu gemetar. Saat ditunjuk menjadi petugas upacara, kaki dan tangan saya gemetar, saat ditunjuk menjadi pembaca doa, nada bicara, tangan, kaki semua gemetar. Saat saya memberanikan diri untuk bertanya dalam sebuah acara seminar, rapat, dll, tangan saya gemetar memegang mike dan nada bicara gemetar. Begitu banyak hal serupa yang membuat saya selalu gemetar, keringat dingin, bila dilihat orang banyak, meskipun saya selalu meyakinkan diri saya bahwa saya ingin berubah.
- Saya ada masalah dengan fobia sosial, sepertinya sudah lama saya menderita fobia sosial ini. Mungkin sudah bbrp tahun ini dan rasanya makin lama makin berat. Apa yang harus saya lakukan ?Saya skrg jd lebih sering mengurung diri di rumah, keluar rumah rasanya canggung dan membuat aku tertekan. Bahkan misal saat harus berdiri di jalan menunggu angkutan kota saja agak canggung dan panik. Rasanya orang memperhatikanku dan merasa aku aneh. Begitu juga di angkutan kota, saya sering panik dan gugup, aplg jika ada org yg melihat ke arahku.Kenapa bisa begitu ya, padahal dulu2 tidak separah sekarang. Bahkan untuk berkomunikasi dengan teman dekat ataupun keluarga saya juga sering gugup dan tegang, dan skrg ini makin parah, pdhl dulu2 tidak sampai sebegininya. Saya bingung sekali dan tertekan.
- Saya juga mengidap fobia social dengan keluhan-keluhan, yaitu :(1) Takut tampil didepan umum (berbicara/pidato/presentasi dll) dan jika dipaksakan untuk tampil pasti gugup, grogi, demam panggung, gemetaran, tidak PD, berkeringat banyak karena merasa panas. Hal ini terjadi sejak di bangku sekolah (SMA) dan semakin parah sampai saat ini. (2) Sangat pemalu bersosialisasi atau pergi ke acara/undangan karena merasa selalu menjadi pusat perhatian. (3) Tidak berani bertatapan mata dengan orang lain (4) Selalu tegang, cepat panik, selalu cemas terhadap sesuatu tugas yang akan dijalankan meskipun waktunya masih lama (misalnya:presentasi).Saya merasa sangat lelah dengan fobia yang saya alami ini yang sampai saat ini belum menemukan solusinya. Jika ada obat-2an yang harus saya gunakan mohon bantuannya, apa nama obatnya.Sekali lagi mohon bantuannya, bagaimana saya bisa mengatasi semua hal tersebut sehingga saya bisa merasa tenteram dan tenang dalam menghadapi setiap permasalahan, tantangan dll.
- Saya berusia 30 thn, sejak kecil saya uda takut klo berbicara didepan banyak orang seperti pidato, berbicara dalam rapat, dll, sehingga badan saya berkeringat dingin, sering buang air kecil, jantung berdebar-debar, perut sakit, otot leher tegang, dsb. Bagaimana cara mengatasinya ? Uda dicoba kadang mampu kalau audiennya selevel atau dibawah saya dari segi usia atau jabatan, tapi saya belum mampu kalu berhadapan dengan orang yang lebih pinter dari saya atau lebih tua, saya merasa tidak ada apa-apanya bila berhadapan dengan mereka. padahal saya orang aktif dalam organisasi dan saya termasuk cerdas di sekolah karena dari SD sampai SMA saya dapat ranking 1 minima 3, tapi ketika kuliah nilai saya malah jelek terus.
- Sy juga mempunyai mslh fobia sosial hingga menyebabkan tidak mau kluar rumah, hanya berasa slamat selesa dan aman d rumah shj, hingga saya tidak mghadiri kelas tuition dan tidak dapat menjawab exam dgn tenang. Sepanjang dlm dewan saya berdebar2 hingga tamat exam. Lagian, saya malu dgn teman2 yg memandang serong sama saya. Ramai pelajar d sekolah yg membenci saya krna saya sentiasa dlihat dlm keadaan gugup bila org ramai. Dlm fikiran mereka mungkin saya ini seorang yang perasan dirinya dlihat oleh orang. Fikiran saya hanya tertumpu kpda skumpulan org ramai itu. Mereka akan rasa dperhatikan oleh saya sdgkan saya sikitpun tidak mau memperhatikan mereka. Saya cuba mengawal perasaan dan fikiran tpi sering tidak berjaya hingga memikirkan mau bunuh diri, hingga tidak ada orang mau mndekati saya. Saya bingung adakah ini ujian dari Yang Maha Esa ataupun hanya kerana pengaruh pemikiran saya sendiri. Teman2 sanak saudara dan orang ramai membenci saya kerana saya ini seorang yang perasan dirinya dlihat dan dperhatikan oleh org! (tapi masalahnya saya di Malaysia… Ada nggak rawatan fobia sosial di Malaysia ?
thanks Niez
Aku Hidup Terasing
Saturday, October 18, 2008 pobia - seputar ceritanote: tulisan ini saya ambil dari situs suara merdeka, atas ijin penulisnys saya masukan dalam blog ini.
Berdiri dan berbicara di depan umum bagiku adalah neraka. Aku menghindar dan terasing dari kehidupan sosial.
Aku tidak tahu sejak kapan mengalami ketidakwajaran ini. Mungkin ketika aku masih anak-anak. Aku memang seorang yang amat pemalu dan pendiam. Aku berasal dari keluarga pas-pasan yang hampir semua anggota keluargaku pemalu dan pendiam. Aku pun mewarisi hal yang sama, bahkan dengan kadar yang lebih hebat.
Kupikir, rasa malu dan diamku adalah sesuatu yang wajar, bahkan merupakan sesuatu hal yang langka dan pantas dibanggakan. Kupikir, jarang ada orang yang pendiam dan tidak cerewet. Akan tetapi, lama-lama aku merasa tidak menyukai keadaanku sendiri. Aku mulai merasa bahwa aku sangat kuper, bodoh dan hina. Aku tidak bisa bergaul, aku tidak mempunyai teman. Apalagi, aku ini pendek, jelek, hitam, tidak ada sesuatu yang menarik sedikitpun padaku. Karena itu, aku selalu merasa tidak nyaman jika berada dengan orang lain, bahkan keluarga sendiri. Aku merasa mereka selalu melihat ke arahku, padahal aku tahu itu hanya perasaanku saja. Aku tidak pernah bisa tampil di depan umum. Aku selalu gemetar dan deg-degan, jika tampil di depan orang ataupun menghadapi situasi sosial seperti berbicara dengan orang, bertemu dengan orang. Aku juga tidak berani menatap mata orang yang berbicara denganku.
Aku benar-benar merasa sangat menderita karena aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan karena perasaan yang selalu menghalangiku itu. Aku merasa kalau aku adalah orang yang paling menderita di dunia ini, aku sendiri, tidak ada orang yang mengerti dan menemaniku. Tuhan benar-benar tidak adil! Sering terbersit keinginan untuk mengakhiri hidup ini, namun aku tetap bertahan demi keluargaku dan demi pertanggungjawabnku pada Allah di akhirat nanti.
Aku mencoba tersenyum dan menghibur diri atas perlakuan orang-orang yang sering membuat hatiku sakit. Aku tahu, mereka tidak bermaksud menyakitiku. Tetapi dengan mereka mengatakan kalau aku seorang pendiam, dengan mereka tidak mau bergaul denganku, walaupun mereka tidak menunjukkan secara eksplisit, tapi aku tahu itu sungguh sangat menyakitiku.
Aku takut menghadapi masa depanku, apalagi aku adalah seorang mahasiswi akuntansi yang pasti akan berhubungan dunia bisnis yang banyak bertemu dengan orang dan memerlukan tampil di depan. Aku benar-benar merasa stress, depresi, tidak hidup, bahkan hampir gila.
Setelah aku mencari tahu di internet, ada gangguan jiwa yang sesuai gejalanya denganku. Ternyata itu adalah phobia sosial atau social anxiety. Aku telah mencoba berobat ke psikolog, tepatnya berkonsultasi, tetapi hasilnya nihil. Aku juga telah mencoba ke therapist, namun aku masih belum bisa sembuh karena terbentur biaya. Karena harus menjalani terapi dalam beberapa sesi. Untuk "sembuh" ternyata aku butuh lebih dari keinginan saja, harus didukung dana. Apa yang harus aku lakukan. Aku nyaris putus asa, sangat-sangat kehilangan harapan, seolah hidupku tanpa cahaya.
Aku hanya berharap, suatu saat nanti aku bisa menjadi orang yang normal, menikmati nyamannya hidup tanpa fobia. Aku berharap ada keajaiban, ada dermawan yang mau mengulurkan tangannya untuk membantuku. Kalaupun impianku tidak terwujud, aku tetap seperti ini sampai akhir hidupku, aku hanya bisa pasrah. Tapi, selama hidup, aku akan terus berusaha. Aku yakin, Allah akan selalu mendengar harapan hambanya.
Jeritan hati Scorpion Girl di Semarang
Sekolah pertamaku
pobia - seputar ceritaHari pertama sekolahku, TK, aku berangkat tanpa diantar ibu atau siapapun, itu pun bukan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada ajaran baru. Jadi begini, waktu kecil, semasa sebelum sekolah, aku suka main ke SD di desaku nonton orang-orang lagi sekolah. Kata kakakku yang paling tua, yang waktu itu masih SMA, dia dimarahin ibuku gara-gara aku belum mandi dan masih tampang ingusan bangun tidur main ke SD, malu-maluin kata ibuku. Tugas kakakku tiap pagi tu mandiin aku sebelum dia berangkat sekolah. Aku juga inget, suatu sore aku di depan pintu kelas 6 liat mbak-mbak dan mas-mas yang lagi les. Aku kagum sama pak guru yang lagi ngajar sambil nulis rumput di papan tulis. Aneh kataku, rumput kok bisa dibaca. Tiba-tiba hujan deras, pak guru nyuruh aku masuk biar nggak kena air hujan. aku masuk dan duduk dilantai dalam kelas dekat pintu bersandar dinding sambil terus saja kagum. Lagi-lagi, pak guru ngegambar rumput. Yang aku suka adalah ketika pak guru ngasih titik diatas rerumputan itu, bunyinya tok tok keras. Dirumah aku turu gaya pak guru, pake batu bata aku sok nulis di depan rumah, buat rumput panjang bersambung naik turun, kadang-kadang aku kasih titik di atasnya dengan mantab, tok tok. Mungkin ini membuatku jadi pengin sekolah.
Suatu pagi, karena aku kepengin banget sekolah, sehabis mandi waktu mau ganti baju aku bilang ma ibuku, ‘bu, aku sekolah ya!’. Ibuku mengiyakan trus aku di kasih baju setelan warna kuning, maksudnya baju sama celananya kompakan setelan dari toko, aku pun berangkat ke TK di desaku, sendiri. Tiba di sekolah, ada anak yang teriak-teriak, namanya desi, ‘e, didik sekolah, didik sekolah’, semua anak pada ngeliatin aku dech. Baru agak siangan ibuku ke TK daftarin aku jadi siswa baru.
So, sejauh ini, ketika aku mulai masuk ke TK, aku belum poby.
cerita seputar pobia
Wednesday, October 15, 2008 pobia - seputar cerita- R.Kelly, Whoopi Goldberg dan Dalai Lama, termasuk kategori selebrities with Aviophobia, yaitu phobia terbang.
- Kim Basinger, Rose McGowan dan si bintang Home Alone, Macaulay Culkin adalah penderita Agoraphobia, yaitu takut sama tempat umum dan keramaian. Aneh juga ya, ada seleb yang phobianya kayak gitu?
- Penyanyi dan pencipta lagu, John Meyer punya 14 track di albumnya “Room for Squares”. Padahal track ke 13 nggak ada suara apa-apa alias hening selama 0,2 detik dan nggak ada title-nya di cover album. Kemungkinan besar, John Meyer pengidap triskaidekaphobia, takut sama angka 13!
- Masih tentang triskadeikaphobia. Adolf Hitler juga penderitanya. Pesawat temput NAZI yang tadinya bernomer seri He-112 diganti menjadi He-100 untuk menghindari adanya seri He-113. And, do you notice, nggak ada mobil yang bernomer 13 di arena Formula 1 (F1). Mobil nomer 13 dihilangkan setelah ada dua pembalap meninggal memakai nomer tersebut.