2

Halo teman-teman...

Halo teman2. Apa kabar semuanya? Semoga semua sehat2 saja ya? Meskipun punya SP, dan meski mungkin orang2 yg ada di lingkungan kita kurang paham tentang kondisi kita, semoga blog ini bisa jadi sarana agar semua bisa menuangkan uneg2nya, saling menceritakan pengalaman, dan bisa saling berhubungan supaya kita menyadari bahwa kita nggak sendirian, dan membuat kita sadar bahwa masih banyak penderita SP di luar sana. Kalau nggak keberatan, aku mau mengingatkan beberapa hal yg menurutku penting bagi kita semua untuk mengetahuinya. Slah satu yg menurutku penting, bahwa dengan mengetik/memberi komentar kepada postingan sesama SP (apapun postingannya), meski komentarnya sedikit saja (misalnya, 'wah ceritamu sama seperti saya', atau 'ayo semangat terus ya', 'kamu pasti bisa', atau 'saya pun mengalami yg kamu alami), saya rasa hal itu udah sangat membantu sekali, karena dengan begitu, mereka akan merasa tulisan yg mereka p0sting ada yg membaca dan mereka merasa diperhatikan. Sebab, siapa lagi yg mau mendengarkan kisah seseorang dengan SP selain orang yg memiliki SP lainnya, betul kan? That's why, mari kita berusaha mencoba untuk lebih peka trhadap satu sama lain ya teman2. Kedua, aku juga sangat berharap semoga kita semua di sini bisa menyampingkan segala macam perbedaan ras, agama, status, umur, jenis kelamin, dll yah. Jangan biarkan semua itu jadi penghalang (terinspirasi dari Ken, ^-^), karena dengan demikian kita bisa bersatu padu, saling berpegangan tangan, memberi support satu sama lain, supaya nantinya kita bisa terlepas dari SP ini. Terimakasih banyak sudah membaca postingan saya ya.

Rain1784
6

Penafsiran positif, Penafsiran negatif dan Alam Fikiran

Lanjutan dari Darimana Datangnya sp (social phobia)???

Lanjut mang…… :D

Suatu kejadian terjadi, yang membuat sedih, takut, kecewa dan perasaan negatif lainnya. Kata pakar jika bisa lakukan sesuatu tentang masalah itu, maka lakukanlah untuk menyelesaikannya, tapi jika kita tidak bisa apa2 dengan kejadian itu dan perasaan negatif itu tidak terselesaikan, maka itulah yang disebut penafsiran negatif yang akan menimbulkan ekses2 merusak pada alam bawah sadar kita

Kita tinjau sedikit tentang alam bawah sadar…

kenapa sedikit? Karena bukan pakar he..he..he..

Secara garis besar, fikiran manusia terbagi menjadi fikiran sadar yaitu saat manusia terjaga, dan fikiran bawah sadar, yaitu fikiran yang memiliki sifat unik yang berbeda dengan fikiran sadar. Dan saya yakin, inti dari sp adalah di alam/fikiran bawah sadar ini, dan langkah pertama recovery sp dimulai dari fikiran sadar.

Salah satu sifat alam bawah sadar yang unik adalah dia akan menyimpan semua memori kita, kejadiannya, bagaimana kita menanggapinya, bagaimana perasaan kita terhadapnya dan lain sebagainya. Lengkap ga ada yang kurang, baik kita terjaga maupun kita tidur, dari kita lahir sampai detik ini alam bawah sadar punya space yang cukup sampai kita matee…. Kembali kepada Sang Pencipta, karena karunia yang Maha Tidak Terbatas tentunya, dan ini sudah terbukti secara ilmiah.

Sifat lain lagi dari alam bawah sadar adalah dia akan selalu berusaha untuk menjadi pembantu setia dari tuannya, yaitu kita, sesuai dengan fikiran alam bawah sadar kita sendiri, yang…. Ini yang penting, tidak selalu produktif untuk diri kita.

Sifat lainnya yang relevan dengan pembahasan kita adalah bahwa Alam bawah sadar praktis mengatur hampir keseluruhan dari tubuh kita, seperti detak jantung, aliran darah, sirkulasi oksigen, pergerakan paru2, pengeluaran enzim endorfin, adrenalin dan lainnya.

Alam sadar berlandaskan logika, alam bawah sadar berlandaskan perasaan, imajinasi atau otak kanan..

Fikiran sadar vs Fikiran bawah sadar, siapa yang menang???

Pada kondisi ‘darurat’ alam bawah sadar yang menang!. Bagi anda sp’ers pasti pernah mengalami situasi dimana secara logika anda, situasi yang anda hadapi sama sekali tidak berbahaya, tapi anda mengalami simptomp2 sp, anda berusaha meyakinkan diri bahwa situasi baik2 saja, tapi tidak demikian dengan pikiran alam bawah sadar, dia akan beraksi tidak sejalan dengan pikiran sadar anda. Itulah bukti Alam bawah sadar unggul daripada alam sadar anda pada kondisi tertentu.

Katakanlah kita mengalami suatu kejadian, dipermalukan di depan umum oleh orang lain, baik sengaja ataupun tidak sengaja, datanglah perasaan malu, sedih, kecewa, terluka dan lain sebagainya. Nah kalo penafsiran ini tidak kita selesaikan, maka ini bisa berpotensi ke arah gangguan kepribadian, bisa jadi sp atau bisa jadi pemarah. Alam bawah sadar akan menyimpan semua informasi lengkap dari kejadian itu, alam bawah sadar akan mengartikan bahwa diri kita sedih, kecewa terluka, tidakkkk…. Tuanku tidak boleh terluka, aku akan berbuat apa saja supaya tuanku terhindar dari kejadian ini, gitulah mungkin jeritan alam bawah sadar, menyadari bahwa tuannya terluka

Nah pada kejadian di kemudian hari ada kondisi situasi umum yang ‘mirip’ saat kita terluka, nahh beraksi deh alam bawah sadar dengan kekuatannya, kepala pusing, bicara gagap, blushing (muka merah), ga konsen/blank dan lain sebagainya (ingat alam sadar menguasai hampir seluruh tubuh kita), tak lain dan tak bukan itulah cara alam bawah sadar memberi tahu tuannya agar segera lari dari ‘ancaman’ yang tengah terjadi.

Apakah alam bawah sadar salah? Saya harus katakan bahwa alam bawah sadar ini 100% benar dan dia memiliki fikirannya sendiri yang berbeda dengan jalan fikiran sadar. Suatu misal terjadi gempa, kita dalam rumah, secara otomatis adrenalin kita akan meningkat, kita segera berfikir untuk menyelamatkan orang2 yang kita kasihi dan diri kita keluar dari rumah, walau kondisi lemes atau bangun tidur, atau kaki kita sedang sakit, secara ‘ajaib’, tubuh kita akan memiliki energi yang tinggi untuk melakukan itu semua. Itu kerjaan alam bawah sadar, pada saat kondisi ‘darurat’ alam bawah sadar mengambil alih fungsi sadar kita.

Sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakan kekuatan alam bawah sadar ini, memahami cara kerjanya dan menyelaraskannya dengan tujuan produktif kita.

Ceilee… sotoy luh…. Ga pa2lah pd dikit daripada ga pd, kalo salah koreksi donk….:D

Apakah bisa timbunan jutaan bahkan milyaran penafsiran negatif yang bertumpuk di alam bawah sadar kita yang menyebabkan kita sp, bisa kita hilangkan dan digantikan dengan penafsiran positif yang akan menimbulkan hal2 produktif? Saya yakin BISA…!!!

Pd bangetz… apa bener??? Benerrrr…..!!! :D

Lalu bagaimana caranya membuang yang negatif dan menggantikannya dengan yang positif???

Sebelum masuk ke bagian itu, saya ingin membahas tentang gelombang otak, yang saya fikir, akan jadi pengetahuan yang sangat bermanfaat yang saya rasakan, jadi judul selanjutnya adalah Gelombang otak manusia… :D

Sebenernya agak canggung nulis2 gini, takut banyak salahnya…. Tapi sekali lagi kalo ada benernya, moga bisa diambil manfaatnya.

Salam,

Ken Bandung

8

Darimana Datangnya sp (social phobia)???

Uraian berikut ini merupakan hasil dari pengalaman dan pembelajaran pribadi, bukan dari ilmu akademis, bisa jadi banyak salahnya, tapi mudah2an kalo ada benernya, bisa bermanfaat....kalo salah ya tolong dikoreksi, tolong kasih koment ya, buat melengkapi, terima kasih...

Darimana datangnya sp? dari mana ya...?

kita anggap aja pendapat kebanyakan sp datang pertama dari genetik, yang kedua dari traumatik

Kalo orang sudah meyakini bahwa sp datangnya dari sonohnya / genetik, maka ga ada yang bisa kita perbuat untuk mengatasinya, lha wong sudah dari sonohnya, mau gimana lagi? terima nasib ajjah....

Tapi kalo kita meyakini bahwa sp datang dari traumatik atau pengalaman masa lalu yang membuat kita sedih, menderita dan lain sebagainya, maka kita berpeluang untuk mengatasi sp kita.

Menurut saya, bukan pengalaman traumatiknya yang membuat kita jadi sp? sebab dengan pengalaman traumatik yang sama bisa membuat orang jadi down, jadi pemarah atau ga bermasalah bagi kestabilan emosinya.

Yang jadi masalah sebenarnya adalah sikap kita dalam menafsirkan pengalaman traumatik itu.

Saat kita kecil, mungkin kemampuan kita untuk menanggapi secara benar pengalaman yang membuat kita sedih, marah, kecewa dsb belum berkembang secara tepat, jadi kita sangat tergantung oleh lingkungan kita yang secara langsung akan membentuk kita.

Tapi saat kita dewasa, kemampuan kita untuk menafsirkan pengalaman2 buruk itu akan berkembang seiring dengan perjalanan waktu kita untuk belajar tentang hal itu.

Jadi sp dalam hal ini, disebabkan karena kita sendiri, karena kita menafsirkan pengalaman2 traumatik itu tanpa kita sadari mengarahkan kita sendiri menjadi sp.

Kalo saat ini kita sp, berarti telah terjadi tumpukan ribuan atau bahkan jutaan penafsiran negatif yang merusak diri kita sendiri, salah satunya jadi sp.

Kata pakar sih, katanya manusia itu cenderung untuk mengulang pola pikir yang dimilikinya setiap hari, jadi bisa dibayangkan, kalo kita masih memiliki pemikiran negatif, dan diulang setiap hari, maka sp kita bukannya jadi melemah, malah jadi makin kuat.

Jadi, menurut teory ini, kalo kita memiliki kecenderungan untuk memiliki penafsiran yang positif dan membuang penafsiran negatif (termasuk penafsiran negatif masa lalu) dibuang, maka sp kita atau yang lainnya bisa semakin kita lemahkan, dan kita bisa berkembang menuju ke arah yang lebih baik.


bagaimana bentuk penafsiran positif dan penafsiran negatif??? pengen nerusin sich...tapi dah kecapean nich.... nanti dilanjut lagi ya....(mudah2an bisa bermanfaat)


Salam,

Ken Bandung

www.fobiasosial.webs.com

2

Halo

Halo, salam kenal semuanya, aku Rain tinggal di Depok, sebelah selatan Jakarta. Prtama-tama, thanks buat Ken dan Dik Gant yg sudah mengundang jadi kontributor. Aku blm tau juga mau posting apa, tp sbagai sesama penderita SP pasti kita berkumpul di sini untuk saling sharing ttg pengalaman kita ya, jd mungkin aku mau cerita sedikit aja. Awalnya aku sendiri baru beberapa tahun sadar kalau ada SP. Memang blm didiagnosa, tapi aku yakin bgt gejala2ku mirip skali dgn SP. Pngalaman pertamaku waktu SD, sering mengurung diri di toilet pas jam istirahat krn nggak punya teman main. Aku merasa beda dr anak2 lain yg lebih berani, tdk pemalu, lbh ceria, dll. Sampe skrg aku berpikir bahwa mungkin SP-ku berawal dari pengalaman di masa kecil itu, sehingga kepribadianku waktu dewasa menjadi terbentuk seperti ini..Oke segitu dulu ya. Skali lagi, salam kenal semuanya!
2

http://www.fobiasosial.webs.com/

untuk saling melengkapi dan saling mendukung kita semua untuk mengatasi sp, saya membuka sebuah forum di http://www.fobiasosial.webs.com/

kalo ada waktu senggang tolong dikunjungi ya.....

buat mas Tukimin dan member di fobiasosial.org saya undang untuk sama2 jadi moderator disana buat kemajuan kita bersama


Salam,

Ken - Bandung
1

sp bukan ya??

kenal Ian Kasela kan? pasti dung, penyanyinya raja band. kenal Nugie kan? ya iya lah,,,

menurutku mereka ne ada kecendurangan SP, silakan diamati. bagaimana komentar anda??
7

Sebuah pemahaman pribadi…

Maaf sebelumnya, saya ingin membagi pemahaman saya pribadi tentang sp ini, kalo ada yang salah mohon dikoreksi dan ditambahi, terima kasih…

Jujur saja, yang ku rasakan tentang sp ini, sangat sedih, sangat tertekan, dan sangat menderita. Hari2 kurasakan saat masih sekolah dulu bagaikan beban yang sangat berat yang membebani batinku, every single day!. Beberapa kali aku menangis dalam kesendirianku, (padahal aku kan laki2, malu donk kalo nangis…) intinya apa yang kualami ini menurutku adalah cobaan terbesar dalam hidupku…

Dalam perjalanan cobaanku ini, akhirnya aku mempelajari beberapa prinsip yang akan aku pegang sampai akhir hidupku. Ada 3 prinsip yaitu:

Bersyukur, lho kenapa harus bersyukur, sedangkan saya kan sp, emang ga tau apa sp gimana beratnya??? Mungkin itu yang terlintas di pikiran kita, tapi tahukah rekan2 sekalian, bersyukur atau tidak tergantung tingkat pembanding yang kita ambil. Contohnya jika kita membandingkan diri kita dengan orang2 yang lebih tinggi dari kita maka kita akan menderita, sedangkan kalo kita mengambil pembanding yang ada di bawah kita, maka kita akan bersyukur karena kita tidak seperti dia. Jika Tuhan mau, apa susahnya diri kita dibuat jadi seperti yang dibawah kita.

Yang jalan kaki, iri kepada yang punya motor, yang bermotor iri pada yang bermobil, yang bermobil, iri pada yang punya lebih dari 1, kalo gini, kapan kita menikmat apa yang ada pada kita?!

Seharusnya yang bermobil bersyukur karena membandingkan dengan yang punya motor, terus sampe yang jalan kaki, yang jalan kaki juga bersyukur karena tetangganya ada yang lumpuh, yang lumpuh ternyata juga bersyukur karena masih diberi kesadaran buat tobat, sebab ada tetangganya yang kemarin meninggal

Dengan bersyukur, setidaknya ada 2 hal yang pasti akan kita peroleh, yaitu: kita akan menikmati apa yang ada pada kita, lalu nikmat kita akan bertambah! Tidak percaya? Coba praktekkan.

Sebaliknya dengan tidak bersyukur, kita tidak akan pernah bisa menikmati apa yang ada pada kita, dan kesengsaraan kita akan ditambah? Ga percaya juga? Coba aja renungkan perjalanan hidup kita, cukup direnungkan saja, jangan di praktekkan….

lanjut nanti ahh.. kalo ada yang nanggapi he..he..he..